Pengen Beli Barang Impian? Mulai dari Sini!

10 September 2026 • Est. 4 mnt baca
Pengen Beli Barang Impian? Mulai dari Sini!

Punya barang impian itu wajar. Entah itu laptop baru buat menunjang kerja, smartphone yang sudah lama diincar, kamera untuk mulai bikin konten, sepeda untuk hobi, atau bahkan liburan ke destinasi impian. Masalahnya, sering kali keinginan tersebut harus berhadapan dengan kenyataan: setiap bulan ada kebutuhan makan, transportasi, tagihan, sampai pengeluaran kecil yang kelihatannya sepele tetapi ternyata cukup menguras dompet.


Akhirnya, barang impian cuma berakhir di wishlist. Setiap kali melihat harganya, kita berkata, “Nanti kalau sudah ada uang.” Padahal, kalau tidak mulai membuat rencana, kata “nanti” bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.


Bedakan Keinginan dan Kebutuhan


Langkah pertama adalah jujur kepada diri sendiri: apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sedang diinginkan?


Bukan berarti keinginan harus selalu dihilangkan. Justru, memiliki target membeli sesuatu bisa menjadi motivasi untuk lebih disiplin mengatur keuangan. Yang penting, pembelian barang impian tidak membuat kebutuhan utama atau kondisi keuangan sehari-hari menjadi berantakan.


Salah satu prinsip penting dalam mengelola keuangan adalah menentukan skala prioritas dan mengalokasikan penghasilan sesuai tujuan keuangan. Lebih baik menyisihkan uang di awal daripada berharap ada uang yang tersisa di akhir bulan.


Tentukan Target yang Jelas


Setelah tahu barang apa yang ingin dibeli, jangan berhenti di kalimat “aku mau beli laptop baru”. Buat target yang lebih spesifik.


Misalnya, harga laptop yang diincar adalah Rp12 juta dan ingin dibeli dalam 12 bulan. Artinya, secara sederhana kamu perlu menyiapkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.


Kalau Rp1 juta terasa terlalu berat, jangan langsung menyerah. Target bisa diperpanjang menjadi 18 bulan sehingga kebutuhan menabung menjadi sekitar Rp667 ribu per bulan. Dari sini, tujuan yang awalnya terasa mahal mulai terlihat lebih realistis karena dipecah menjadi nominal yang lebih kecil.


Tujuan keuangan memang sebaiknya dibuat berdasarkan jangka waktu. Ada tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang, sehingga strategi menabung dapat disesuaikan dengan target yang ingin dicapai.


Coba Perhatikan Pengeluaran Kecil


“Cuma Rp20 ribu.” Kalimat ini mungkin terdengar familiar. Sekali membeli kopi, pesan makanan online, atau checkout barang diskon memang tidak terasa besar. Namun, kalau dilakukan berkali-kali, jumlahnya bisa menjadi signifikan.


Misalnya, pengeluaran impulsif Rp25 ribu dilakukan empat kali dalam seminggu. Dalam sebulan, nominalnya bisa mencapai sekitar Rp400 ribu. Jika sebagian dari uang tersebut dialihkan ke tabungan barang impian, target bisa tercapai lebih cepat.


Bukan berarti kamu harus berhenti ngopi atau tidak boleh bersenang-senang. Intinya adalah mengetahui kemana uang pergi dan menentukan mana yang memang sepadan dengan tujuan finansialmu.


Gunakan Sistem “Uang Punya Tugas”


Salah satu cara sederhana menghindari uang tabungan ikut terpakai adalah memisahkannya dari uang untuk kebutuhan sehari-hari.


Misalnya, setelah menerima gaji, langsung bagi uang menjadi beberapa bagian: kebutuhan rutin, hiburan, dana darurat, dan tabungan barang impian. Dengan begitu, uang untuk membeli barang impian tidak bercampur dengan uang yang digunakan untuk makan, transportasi, atau nongkrong.


Prinsipnya sederhana: tabung terlebih dahulu, baru gunakan sisanya untuk kebutuhan dan keinginan lainnya. Dengan cara ini, menabung tidak lagi bergantung pada “kalau masih ada uang di akhir bulan”.



Biar Konsisten, Manfaatkan Saku Pintar Bank Raya


Kalau menabung secara manual sering berakhir dengan kalimat “bulan depan saja”, kamu bisa memanfaatkan Saku Pintar dari Bank Raya. Saku Pintar merupakan rekening tabungan yang dapat digunakan untuk membantu mencapai target nominal tertentu dan memiliki fitur nabung otomatis (auto debit) sesuai target dan jangka waktu yang diinginkan.


Misalnya kamu ingin membeli kamera seharga Rp6 juta dalam 10 bulan. Kamu bisa membuat Saku Pintar khusus dengan nama “Kamera Impian” dan menentukan target tabungan secara berkala. Dengan sistem otomatis, uang dapat langsung dialokasikan untuk tujuan tersebut sehingga godaan untuk mengambil uang tabungan untuk kebutuhan lain bisa diminimalkan.


Pada akhirnya, membeli barang impian bukan soal siapa yang paling besar penghasilannya, tetapi siapa yang paling konsisten mengatur uangnya. Barang yang kamu inginkan mungkin tidak bisa dibeli hari ini, tetapi dengan target yang jelas, pengeluaran yang terkontrol, dan kebiasaan menabung yang konsisten, keinginan tersebut bisa berubah dari sekadar wishlist menjadi sesuatu yang benar-benar terbeli.


tags: Bank Raya, Bank Digital, BRI Group
10 September 2026