Memulai bisnis merupakan peluang menarik yang semakin dilirik oleh generasi Milenial dan generasi Z di Indonesia. Banyak anak muda memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memulai usaha baik secara online maupun offline. Dengan keberanian, ide kreatif, dan strategi yang tepat, memulai bisnis menjadi cara yang menarik untuk mencapai kemandirian finansial. Namun, perjalanan ini tentunya membutuhkan langkah-langkah strategis agar bisnis dapat bertahan dan berkembang. Kali ini, Bank Raya akan membahas cara memulai bisnis dari nol untuk pemula, da tips mengembangkannya secara efektif. Simak artikel berikut selengkapnya!
Menentukan Ide dan Konsep Bisnis
Tahukah kamu, konsep bisnis bermanfaat untuk menghindari kesalahan yang tidak perlu. Salah satu hal yang sering terjadi yaitu impulsif dalam membuat keputusan bisnis saat mendapatkan keuntungan yang lebih. Padahal bisnis perlu dijalankan secara konsisten, memecahkan masalah konsumen, dan memiliki keunikan dibanding kompetitor. Di sinilah pentingnya kemampuan strategis dan kreatif pebisnis perlu diutamakan. Pelajari cara menentukan ide dan konsep bisnis berikut ini.
1. Menemukan Peluang Pasar
Peluang pasar adalah titik awal untuk menemukan ide bisnis yang potensial. Identifikasi kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi atau tren yang sedang naik daun. Tapi, kamu juga perlu hati-hati dengan tren, pasalnya tidak semua tren dapat bertahan lama. Pastikan tren tersebut merubah gaya hidup masyarakat dan menjadi solusi. Contoh sederhana, kebutuhan akan produk ramah lingkungan seperti sedotan stainless steel atau tas belanja yang muat banyak semakin diminati.
Tips:
2. Melakukan Riset Pasar
Riset pasar membantu kamu memahami siapa calon pelanggan kamu, bagaimana perilaku mereka, dan siapa pesaing di industri yang sama. Misalnya, jika kamu ingin membuka bisnis kopi, pelajari siapa target pasar kamu (mahasiswa, pekerja kantoran, atau komunitas pecinta kopi).
Langkah:
Menyusun Rencana Bisnis
1. Menetapkan Visi dan Misi
Visi memberikan gambaran jangka panjang untuk bisnis kamu, sementara misi adalah cara kamu mencapainya. Sebuah visi yang jelas akan memotivasi tim dan menarik pelanggan untuk percaya pada bisnis kamu.
Visi dan misi yang dijalankan dengan baik juga akan tercermin dari bagaimana bisnis kamu berjalan. Mulai dari karyawan dan tim manajemen tentunya akan terlihat berdedikasi dalam menjalani bisnis. Visi dan misi juga menjadi value perusahaan yang akan membedakan perusahaan dengan bisnis serupa lainnya.
2. Menganalisis Pesaing
Analisis pesaing atau kompetitor bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka, sehingga kamu dapat menawarkan layanan atau produk yang lebih baik. Kamu dapat memulainya dari membuat daftar kompetitor, pelajari strategi pemasaran mereka, harga produk, dan ulasan pelanggan mereka. Cari tahu juga apa keunikan mereka dan bagaimana keunikan tersebut dapat kamu kembangkan untuk bisnismu.
3. Membuat Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan melibatkan penghitungan modal awal, estimasi biaya operasional, dan potensi pendapatan. Penting untuk membuat proyeksi realistis agar bisnis dapat berjalan dengan sehat secara finansial. Perlu diingat bahwa dalam pembuatan proyeksi keuangan, angka yang disebutkan bukan angka yang sebenarnya, tapi perlu dibulatkan ke atas. Fungsinya agar dana yang disiapkan lebih, sehingga tidak perlu khawatir jika ada selisih dana di luar rencana.
Mempersiapkan Modal dan Sumber Daya
1. Menghitung Kebutuhan Modal Awal
Untuk menghitung kebutuhan modal awal, khususnya UMKM yang sudah memiliki modal besar, kamu dapat menggunakan metode penghitungan capital expenses dan operational expenses.
Capital expenses yaitu modal yang digunakan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan bisnis perusahaan. Termasuk di antaranya adalah peralatan-peralatan yang digunakan dalam jangka waktu lama.
Sedangkan, operational expenses adalah modal awal yang dimanfaatkan untuk kepentingan operasional suatu perusahaan. Hal-hal yang termasuk operating expenses yaitu biaya sewa gedung, gaji karyawan, biaya telepon, listrik, dan lainnya.
Rumusnya: Modal Awal = Modal Capital Expenses + Modal Operational Expenses
Namun, jika di awal memulai bisnis kamu belum memiliki modal yang besar, kamu dapat melakukan penghitungan menggunakan rumus laba, modal akhir dan prive.
Seperti yang kita ketahui, laba adalah keuntungan bersih yang didapat melalui bisnis yang kamu jalani.
Modal akhir adalah keseluruhan dana yang kamu peroleh dari hasil dari modal awal dijumlahkan dengan keuntungan atau kerugian, lalu dikurangi total prive.
Apa itu prive? Prive adalah penarikan sejumlah dana yang digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi atau di luar bisnis si pemilik bisnis.
Rumus perhitungan modal awal adalah sebagai berikut: Modal Awal = Modal Akhir - (Laba + Prive)
Nah, sekarang kamu dapat memilih rumus penghitungan kebutuhan modal awal sesuai dengan tingkat bisnismu.
2. Mencari Sumber Pendanaan
Jika dana pribadi tidak mencukupi, pertimbangkan opsi pendanaan lain seperti:
3. Menyiapkan Infrastruktur dan Peralatan
Pastikan kamu memiliki infrastruktur yang sesuai untuk bisnis kamu. Misalnya, untuk bisnis online, kamu membutuhkan akun media sosial, marketplace, dan online customer service yang stand by serta terintegrasi. Gunanya untuk memberikan pengalaman berbelanja online dengan aman dan nyaman. Pertimbangkan juga untuk memiliki website profesional dan sistem pembayaran digital yang mudah dan aman digunakan.
Membangun Tim dan Jaringan Bisnis
1. Merekrut Karyawan Kunci
Pilih karyawan yang memiliki keterampilan relevan dan komitmen tinggi. Untuk tahap awal, fokuslah pada perekrutan posisi penting seperti pemasaran, operasional, atau produksi. Lakukan pelatihan kepada karyawan kunci agar skill yang mereka miliki berkembang dan meningkatkan produktivitas bisnismu. Jangan sungkan untuk memberikan apresiasi bagi mereka yang sudah melakukan kinerja dengan baik, hal ini dilakukan agar karyawan semakin semangat dan loyal kepada perusahaan.
2. Menjalin Kemitraan Strategis
Kemitraan dengan pihak lain dapat membantu bisnis kamu berkembang lebih cepat. Contoh:
Jika bisnis sudah mapan, kamu juga dapat mempertimbangkan kesempatan franchise. Franchise merupakan ide yang menarik untuk memperluas bisnismu.
Meluncurkan dan Mengembangkan Bisnis
1. Strategi Pemasaran Awal
Strategi pemasaran yang baik akan membantu bisnis kamu untuk dikenal masyarakat luas. Dampaknya, mereka akan mencari tahu lebih lanjut, dan tertarik untuk menggunakan layanan atau produkmu. Beberapa strategi yang dapat kamu terapkan yaitu:
2. Evaluasi Berkelanjutan
Setelah bisnis berjalan, lakukan evaluasi rutin untuk melihat apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan. Gunakan data dari penjualan, feedback pelanggan, dan ulasan online untuk menyempurnakan strategi bisnis kamu. Selain itu evaluasi usaha juga membantu kamu untuk mengetahui pencapaian bisnis secara menyeluruh.
Berikut ragam metode evaluasi bisnis yang dapat kamu terapkan untuk bisnismu:
Tips Tambahan untuk Kesuksesan
Memulai bisnis memang menantang, tetapi dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, peluang kesuksesan bisnismu tentunya meningkat. Langkah-langkah seperti menentukan ide bisnis, menyusun rencana, mempersiapkan modal, membangun tim, dan menjalankan pemasaran adalah kunci utama keberhasilan. Jangan khawatir, Bank Raya hadir untuk mendukung bisnis kamu melalui solusi pendanaan bagi pelaku usaha.
Selain itu, dengan menggunakan Bank Raya, kamu juga dapat menikmati kemudahan fitur Saku Bisnis, yaitu fitur pengelolaan keuangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnismu.
Selain itu, dengan menggunakan Bank Raya, kamu juga dapat menikmati kemudahan fitur Saku Bisnis, yaitu:
Yuk, saatnya wujudkan bisnis impianmu bersama aplikasi Bank Raya. Pelajari juga beragam informasi terkini untuk pengembangan bisnismu melalui laman insight kami!